Ketika orang-orang di luar sana menjudgemu yang bukan-bukan, percayalah.. isi kepala mereka butuh semacam penyegaran. Karena mereka telah dibutakan dengan apa-apa yang telah membuat mereka memakan bangkai saudaranya sendiri.

Advertisements

Setiap orang tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Bahkan saya sekalipun tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi sesaat setalah saya menulis ini. Hidup adalah misteri. Hidup adalah mengembara, ibarat berlayar mengarungi samudra, membelah hutan belantara, dan terbang sejauh mungkin menembus langit yang tidak ada ujungnya. Kita yang dulunya masih dalam usia anak-anak tidak pernah membayangkan apa yang bakalan terjadi pada diri kita di usia yang sekarang ini. Seberapa matangnya rencana yang kita inginkan akan kalah sama rencana yang Tuhan berikan. Karena sesungguhnya Tuhan memberikan apa yang kita butuh, bukan apa yang kita inginkan.

Rezeki bukan selamanya tentang uang. Kesehatan, kebahagiaan, keluarga yang sehat walafiat, pekerjaan yang bagus, serta teman-teman yang baik juga termasuk rezeki yang diberikan Tuhan. Jangan pernah sedikitpun untuk berkecil hati kepada sesama kita apabila mereka dilebihkan rezekinya dengan uang. Karena kita patut bersyukur sudah diberikan kesehatan, keluarga yang baik, kehidupan yang aman, nyaman, dan sebagainya. Yang maha Adil tidak akan pernah berbuat curang, sebab Dialah yang sempurna.

Sejauh apapun kau berjalan mencari apa yang sudah ditetapkan jauh sebelum kau melihat dunia, sedalam apapun kau menyelami dalamnya hidup untuk mencari apa yang sudah digariskan jauh sebelum kau keluar dari rahim tempat kau dititipkan, yang namanya jodoh tidak akan pernah datang terlambat. Semuanya sudah ditetapkan akan dimana dan kapan sepasang manusia akan dipertemukan. Tidak perlu mencari, tidak perlu resah, kedua hati akan tergerak bersamaan dan kemudian bertemu.

Perjalanan hubungan yang begitu lama akhirnya selesai juga setelah berbagai macam komitmen tidak diindahkan, setelah tiga deretan nama perempuan nongkrong manis di beranda Facebook dan status BBM. Dan memang sudah tidak bisa ditolerensi lagi. Selesai juga setelah hampir satu dasawarsa berada dalam yang namanya kepalsuan. Introspeksi diri, kita sama-sama curang. Berjalan ke dua arah secara bersamaan, hanya tergantung siapa yang lebih “mahir” dan siapa yang “kurang mahir”. Yang kurang mahir memang yang bakal terlihat salah, dan yang mahir terlihat sedikit benar (namun salah). Ini bukan keputusan sebelah pihak. Ketika sebuah permintaan diajukan dan sebelah pihak mengiyakan, maka tidak akan pernah ada lagi kata kembali. Saya di pihak yang mengiyakan tidak akan pernah membalikkan muka untuk kembali. Jangan melempar banyak alasan untuk menarik saya kembali, semuanya sudah selesai. Mari berpisah.. selamat jalan.. mari berbenah diri.

Di saat yang bersamaan, di saat pikiran berkecamuk dengan menerima kenyataan bahwa saya memang sudah sendiri sekarang, HP berdering. Beberapa menit dalam percakapan yang bagi si penelpon ini merupakan obrolan yang serius, sementara saya masih tidak fokus dengan apa yang dibicarakan.

to be continued..

Sepasang Manusia.

Sepasang Manusia.

Manusia diciptakan berpasang-pasangan. Dan ya.. saya percaya itu. Meskipun ada beberapa yang tidak bertemu pasangannya sampai mereka meninggalkan dunia. Seorang perempuan sudah pasti berasal dari seorang laki-laki lainnya dan seorang laki-laki tidak mungkin pernah diciptakan dari seorang perempuan. Dan itu sudah pasti. Orang tua hanyalah media perantara untuk menghadirkan sepasang manusia untuk bisa melihat dunia..

Bersambung..

“Apa yang kau nantikan?”, saya bertanya kepada diri sendiri. Sambil tersenyum, saya menjawab dalam hati, “Yang saya tunggu adalah waktu dimana saya membenamkan kepala saya ke pundaknya, memeluknya erat-erat sambil berbaring, dan memulai berdiskusi tentang kata apa yang cocok untuk memanggil saya dalam kehidupan rumah tangga: Mama, Mommy, atau Ibu.”

Tulang Rusuknya ada di Seberang Jalan

Tulang Rusuknya ada di Seberang Jalan

Mulanya sudah sempat cemas karena di dalam isi kepala saya tidak akan mungkin ada yang datang, tanya-jawab, mengiyakan, kemudian ‘oke deal’ layaknya dalam cerita panjang di novel-novel yang pernah saya baca atau di film-film yang sering saya tonton. Deadline hampir berakhir, sudah hampir 2017 dan saya belum dilamar juga. Semua orang selalu punya target dalam hal apa saja apalagi hal yang krusial semacam ini. Sudah 25, cemas itu hal yang lumrah.. Jadi jangan hiraukan cibiran orang-orang di luar sana yang tidak ada habisnya. 

Selama dunia masih berputar, segala ketidakmungkinan bisa menjadi mungkin. Kita tidak akan pernah percaya jika kita tidak mengalaminya sendiri. Bukan tidak mungkin saya dan beliau pernah berdoa memuji kebesaran Allah yang maha kuasa di dalam Mesjid yang sama jauh sebelum beliau bersumpah atas nama Allah untuk bertanggungjawab atas kehidupan dunia dan akhirat saya. Karena dulu saya rajin Jumatan di Mesjid satu-satunya di lingkungan tempat tinggal kami. Mungkin juga dulu saya pernah berpapasan di jalan dengan beliau, dan everything was ok dan tidak pernah membayangkan kalau tulang-belulang yang menyusun saya berasal dari salah satu ruas tulangnya, karena memang kami tinggal di sebuah lingkungan yang sama.

Lama berkelana kesana-kemari, mencari jati diri, mencari seseorang yang benar-benar “klik” dan langsung nyaman, membayangkan bakalan dengan siapa bersanding di pelaminan, akhirnya datang juga. Sejatinya pendamping hidup tidak perlu dicari. Tuhan telah menyiapkan ruang dan waktu yang tepat. The right time, the right place, and the right chance. Misalnya kami baru dipertemukan di usianya yang ke-34 dan saya yang baru menginjak anak tangga ke-25. Bagi sebagian orang akan mengatakan beliau terlambat memutuskan untuk berumah tangga dan menjudge saya terlalu cepat dalam memutukan untuk mengkhiri masa lajang saya, tapi jika dilihat dari kacamata logika dan berprasangka baik, maka ini adalah sebuah rencana besar yang tidak kita ketahui.

Jodoh sudah di depan mata kok, bahkan dekat sekali.. tapi sama saja, waktunya belum tepat. Disimpan saja rasa penasarannya. Biar kita bisa merasakan indahnya bertemu tulang yang selama ini terpisah.

Dan pada akhirnya keyakinan akan hal-hal yang di luar pemikiran saya terjawab sudah.. Sama-sama bertanya-tanya mencari jawaban “bakalan sama siapa? nanti sama siapa? siapa yang jadi suami/istri saya?” berakhir juga di halaman depan kantor. Tanpa basa-basi. Malam itu saya didatangi tamu yang sangat istimewa dalam kehidupan saya, yang membawa tulang-tulangnya ke hadapan saya, meyakinkan saya kalau tulang di balik kulit yang membalut saya adalah miliknya. Seolah mengajak saya untuk segera pulang, menyatu melebur bersamanya. 

Tidak pernah menyangka kalau sebenarnya saya diciptakan dari salah satu tulang rusuk laki-laki yang ternyata adalah tetangga di seberang jalan. Logikanya, tanpa beliau, saya tidak akan pernah ada. Simple!

Rumah, 1 Maret 2017

*saya menulis ini dengan perasaan rindu yang teramat sangat pada suami, orang yang selalu membuat saya nyaman di dekatnya, yang selalu membuat saya menggeliat menghimpitkan muka-hidung ke dalam ketiaknya.